Dalam konteks pelayanan kesehatan di Tidore Kepulauan, Gizi Masyarakat menempati posisi yang strategis. Pertumbuhan demografi dan kompleksitas pola penyakit yang terjadi menuntut layanan ini berkembang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat Maluku Utara.
Gizi masyarakat adalah pendekatan kesehatan masyarakat yang berfokus pada pencegahan masalah gizi melalui intervensi berbasis komunitas. Di Tidore Kepulauan, program ini dilaksanakan di 30 puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan, dengan dukungan kader posyandu, tenaga gizi puskesmas, dan tim promosi kesehatan.
Beberapa program inti yang aktif berjalan: pemantauan pertumbuhan balita melalui penimbangan rutin di posyandu, pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita gizi kurang dan ibu hamil KEK (Kurang Energi Kronis), program suplementasi tablet tambah darah untuk remaja putri di sekolah, kampanye ASI eksklusif 6 bulan, serta edukasi MPASI seimbang untuk pencegahan stunting.
Posyandu di Tidore Kepulauan merupakan ujung tombak pelayanan gizi masyarakat. Setiap bulan, posyandu menyelenggarakan kegiatan rutin: penimbangan dan pengukuran tinggi badan balita, pemberian vitamin A, imunisasi, konsultasi gizi sederhana, dan demo masak menu bergizi. Kader posyandu yang telah dilatih oleh puskesmas mengoperasikan kegiatan ini dengan dukungan dari dinas kesehatan.
Penanganan masalah gizi di Tidore Kepulauan mengkombinasikan dua pendekatan: intervensi spesifik yang langsung menyasar gizi (seperti pemberian PMT, suplementasi, dan konseling laktasi) dan intervensi sensitif yang menyasar determinan tidak langsung (akses air bersih, sanitasi, ketahanan pangan keluarga, dan pendidikan ibu).
Program UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) di Tidore Kepulauan menjadi platform untuk edukasi gizi sejak dini. Materi yang disampaikan meliputi prinsip Isi Piringku (½ piring sayur-buah, ¼ karbohidrat, ¼ protein), pembatasan gula-garam-lemak (GGL), pentingnya sarapan, dan kebiasaan hidrasi sehat.
Sistem surveilans gizi di Tidore Kepulauan mencatat indikator pertumbuhan balita yang dilaporkan melalui e-PPGBM (Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat). Data ini menjadi dasar perencanaan intervensi prioritas, identifikasi wilayah dengan beban masalah gizi tinggi, dan evaluasi efektivitas program.
Keberhasilan Gizi Masyarakat diukur tidak hanya dari jumlah kasus yang ditangani, tetapi dari perubahan perilaku masyarakat Tidore Kepulauan dalam mengadopsi pola hidup sehat. MBG Tidore Kepulauan mendukung perubahan ini melalui edukasi berkelanjutan.