Network Hub:MasterMBGBNPBFKPIPGRIMitra
NETWORK HUB:MasterMBGBNPBFKPIPGRIMitra

Program Pencegahan Stunting di Tidore Kepulauan

Dalam konteks pelayanan kesehatan di Tidore Kepulauan, Program Pencegahan Stunting menempati posisi yang strategis. Pertumbuhan demografi dan kompleksitas pola penyakit yang terjadi menuntut layanan ini berkembang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat Maluku Utara.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting bukan hanya masalah pendek, tetapi juga berdampak pada perkembangan kognitif, sistem imun, dan produktivitas jangka panjang. Di Tidore Kepulauan, pencegahan stunting menjadi prioritas program kesehatan dengan 9 kegiatan terkoordinasi.

Strategi Pencegahan

Pemerintah Tidore Kepulauan mengadopsi pendekatan konvergensi dengan intervensi spesifik (langsung pada gizi) dan sensitif (pada determinan tidak langsung). Intervensi spesifik mencakup: konsumsi tablet tambah darah remaja putri, pemeriksaan kehamilan minimal 6 kali ANC dengan suplementasi besi-asam folat, promosi ASI eksklusif 6 bulan, pemberian MPASI bergizi sejak usia 6 bulan, imunisasi lengkap, serta pemantauan pertumbuhan balita.

1.000 Hari Pertama Kehidupan

Fokus utama pencegahan stunting di Tidore Kepulauan adalah 1.000 HPK: 270 hari masa kehamilan + 730 hari (2 tahun) pasca kelahiran. Pada periode kritis ini, intervensi gizi memberikan dampak paling besar. Posyandu, puskesmas, dan tenaga kesehatan komunitas berkoordinasi untuk memastikan setiap ibu hamil dan anak balita mendapatkan akses ke layanan yang dibutuhkan.

Pemberian Makanan Tambahan (PMT)

PMT diberikan kepada kelompok berisiko: ibu hamil dengan KEK (LiLA <23,5 cm), balita gizi kurang (BB/U di bawah -2 SD), dan balita gizi buruk (BB/U di bawah -3 SD). Di Tidore Kepulauan, PMT berupa biskuit dan susu fortifikasi, atau dalam bentuk PMT lokal berbasis bahan pangan setempat untuk meningkatkan keragaman gizi.

Konvergensi Lintas Sektor

Pencegahan stunting tidak hanya tugas sektor kesehatan. Di Tidore Kepulauan, terdapat tim percepatan penurunan stunting yang melibatkan dinas kesehatan, dinas pendidikan, dinas PUPR (untuk sanitasi & air bersih), dinas sosial, BKKBN, serta organisasi masyarakat. Koordinasi reguler memastikan intervensi tersinkronisasi.

Indikator Keberhasilan

Pemantauan dilakukan melalui Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dan e-PPGBM. Target nasional: prevalensi stunting di bawah 14% pada 2024. Tidore Kepulauan bersama pemerintah pusat berupaya mencapai target ini melalui akselerasi program, edukasi keluarga, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Apabila Anda atau keluarga membutuhkan informasi spesifik tentang Program Pencegahan Stunting di Tidore Kepulauan, silakan menelusuri halaman institusi atau hubungi kami melalui kanal resmi. Tim MBG Tidore Kepulauan siap memberikan rujukan yang relevan.

Layanan Terkait di Tidore Kepulauan